Undiksha dan Unej Belajar Peningkatan Akreditasi di Unmul


Posisi Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT), Universitas Mulawarman (Unmul) pada peringkat unggul nampaknya menjadi daya tarik tersendiri beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia untuk berkunjung guna mendapatkan pengetahuan. Terlebih, posisi akreditasi A yang saat ini telah disandang Kampus Gunung Kelua, mencatatkan universitas dengan 14 Kampus ini sebagai PTN pertama di pulau Kalimantan yang meraih akreditasi tersebut.

Kunjungan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dan Universitas Jember (Unej) diterima oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unmul, Prof. Dr. Ir. Mustofa Agung Sardjono di dampingi Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M), Prof. Dr. Ir. Agus Sulistyo Budi bersama jajarannya, Senin, (18/12) di Rekorat Unmul. Sementara itu, rombongan Undiksha dipimpin Wakil Rektor I, Prof. Dr. Ida Bagus Putu Arnyana., M.Si, dan Unej dipimpin oleh Dr. Akhmad Taufiq, S.S., M.Pd sebagai Ketua LP3M Unej.

Meyakinkan para asesor terhadap borang yang sudah diisi menjadi penting diutarakan saat dilakukan visitasi urai Prof. Agung saat menyampaikan paparan awalnya. “Saat itu semua daya kita upayakan bahkan tidak hanya dokumen saja, namun sebelumnya bimbingan telah kita berikan kepada bagian terkait agar aktif mengikuti penyusunan borang. Angka dan data pun yang tertulis disana wajib kami kuasai. Itulah salah satu bagian yang telah kami lakukan,” tegasnya.

“Kami juga sampaikan bahwa kami memilki keunggulan komparatif dalam bentuk Pola Ilmiah Pokok (PIP). Dan kami bisa meyakinkan bahwa long term vision kami bisa tercapai. PIP kami adalah hutan tropis lembab dan lingkungannya, kami jelaskan saat itu keunggulan-keunggulannya. Dengan modal PIP itulah kami yakin bahwa kami punya spesifikasi yang tidak dimiliki oleh universitas lain. Ini menjadi keunggulan Unmul. Bagian-bagian seperti itu yang terus kami garis bawahi dan disampaikan dihadapan para assessor,” tambahnya.  

Pemberian akreditasi yang sesuai harapan, menurutnya juga akan memberikan motivasi bagi civitas akademika. Kebijakan pimpinan saat ini diakuinya adalah melakukan lompatan signifikan melalui kekhasan yang dimiliki Unmul. Dengan memanfaatkan dana dari Islamic Development Bank (IDB), pada tahun 2017 ini dijelaskannya universitas telah mulai melakukan penyempurnaan kurikulum seluruh Prodi dengan merujuk pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), serta memfokuskan diiri pada PIP yang telah ditetapkan yakni Hutan Tropis Lembab dan Lingkungannya.

“Terkait akreditasi, penataan dan penerapan kurikulum yang baru. Hingga bagaimana pengembangan dan transformasi ke Prodi-Prodi di Fakultas perlu kami ketahui,” jelas Ketua LP3M Unej. Unej yang juga penerima bantuan dari IDB bersama Unmul sebutnya, membutuhkan pula informasi mengenai manajemen institusi.

“Saat ini Universitas Jember sedang menunggu proses peralihan pengelolaan Perguruan Tinggi dari Satuan Kerja ke Badan Layanan Umum,” ungkapnya. Di kesempatan itu, ia menyampaikan pula ingin mengetahui bagaimana proses transisi mengenai penerapan sistem pengelolaan BLU yang Unmul sudah lebih dulu melakukannya. (hms/frn)