Helat PKKMB 2017, Unmul Hadirkan Berbagai Pembicara


Tingkatkan Pengetahuan Mahasiswa Baru Lewat Kuliah Umum

Setelah mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di tingkat Fakultas, hari ini lebih dari 5.000 mahasiswa baru Universitas Mulawarman (Unmul) memadati GOR 27 September Unmul guna mengikuti PKKMB pada tingkat universitas. Rektor Unmul, Prof. Dr. H. Masjaya., M.Si, bersama para Wakil Rektor, Dekan dan jajaran pejabat dilingkungan kampus hijau hadir dalam kegiatan ini.

Membekali mahasiswanya dengan pengetahuan ilmiah dan seputar wawasan kebangsaan, aktivitas rutin tahunan ini diisi kuliah umum dari dua narasumber utama. Staf Khusus Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Dr. K.H. Abdul Wahid Maktub membawakan materi berjudul bekerjasama membangun budaya ilmiah, dilengkapi dengan penyampaian informasi tentang pembinaan kesadaran bela Negara dan Wawasan Kebangsaan oleh Komandan Korem (Danrem) 091 ASN Samarinda, Brigjen TNI Irham Waroihan, S.Sos.

Sebelum membuka acara, dihadapan peserta Rektor menegaskan PKKMB tahun ini cukup istimewa salah satunya adalah akreditasi institusi yang sudah berpredikat A. Dengan begitu, para mahasiswa baru akan merasakan akreditasi tersebut saat lulus nanti. “Saat anda sekarang diterima sebagai mahasiswa posisi akreditasi Unmul adalah sudah A. Artinya anda msuk di pilihan universitas terbaik. Dan tercatat yang pertama di pulau Kalimantan dan kedua di Indonesia Timur,” kata Rektor. Kamis, (07/09).

Mencapai hal tersebut diperlukan kebersamaan terutama peran mahasiswa. Rektor mengajak mahasiswa juga bisa menjaga predikat yang sudah diraih. “Tergantung dari kemauan dan kerja yang kita lakukan. Pertanyaan saya adalah bersedia kah menjadikan Unmul yang terbaik dan bersedia mempertahankan akreditasi A,” serunya.

Untuk mencapai hal tersebut, Guru Besar dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik itu menjelaskan tidak ada jalan lain yang dilakukan selain bekerjasama dengan baik sekaligus menjaga kebersamaan. “Selamat bergabung dan Unmul siap menunggu prestasi yang diberikan mahasiswa,” harapnya.

Disesi kuliah umum, staf khusus Kemenristek Dikti mengatakan tantangan mahasiswa saat ini tidak lebih ringan, melainkan lebih berat karena sekarang Unmul dihadapkan dengan status World Class University, inilah dikatakannya tantangan dan peluang bagi mahasiswa baru. Namun begitu dirinya yakin dengan prestasi yang sudah banyak diukir, Unmul mampu tampil bersaing dengan perguruan tinggi lain.

“Persiapkanlah diri kalian semua. Jika ingin sukses di dunia dan akhirat kuasailah ilmu. Artinya ilmu adalah kunci dan sarana untuk membuat kita sukses. Pada persaingan global kemampuan keilmuan kita akan diuji, kuatkan mindsheet kita untuk memiliki mutu ilmu yang tinggi,” tuturnya.

Tentang kegiatan PKKMB Unmul, pria yang akrab disapa Gus Muh ini memberikan atensi tinggi, karena mahasiswa baru dapat dikenalkan dengan kehidupan kampus juga tantangan yang sekarang dihadapi bangsa.

“Sebagai kader penerus, tentu tidak hanya di kampus namun juga dikenalkan kehidupan di luar kampus. Mengundang unsur TNI dalam kegiatan ini akan membangun semangat patriotisme dan nasionalisme. Acara seperti ini harus terus dipertahankan dan dikembangkan, karena kita harus terus memberikan pengetahuan kepada para mahasiswa baru sebagai agen perubahan bangsa. Dengan begitu kepentingan Perguruan Tinggi  dan kepentingan Negara dapat menyatu,” imbuhnya.   

Sementara itu, Danrem dalam presentasinya berusaha menyadarkan mahasiswa akan ancamaan Negara Indonesia ke depan. Disampaikannya bahwa saat ini ada pihak-pihak lain yang ingin menghancurkan bangsa ini dan para generasi muda sebagai subjeknya. TNI diakuinya tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan rakyat.

“Dan harapannya nanti mahasiswa Unmul dapat bergabung dengan TNI sebagai tim riset untuk beberapa keperluan. Adanya pameran Alutsista diacara ini sengaja ditampilkan dengan tujuan akan memberikan semangat kepada mahasiswa. Melalui riset mahasiswa juga diperlukan untuk membantu ketahanan Negara. Salah satunya membantu TNI dalam pembuatan alat-alat pertahanan,” ulasnya.

Di kesempatan yang sama, lulusan Akademi Militer tahun 1989 ini memaparkan hakekat nilai – nilai pancasila. Kondisi Indonesia disampaikan mengalami beberapa pergeseran dari sisi nilai – nilai demokrasi pancasila. “Negara kita adalah Negara yang besar, yang saat ini diakui oleh Negara lain sebagai negara kepulauan. Jadi Negara Indonesia disatukan oleh laut. Disitulah letak stategis Indonesia,” tambahnya.

Selain itu, ancaman nyata bangsa ini adalah konflik-konflik horizontal, yang mana didaerah tersebut merupakan tempat dimana terdapat potensi kekayaan Negara. “Hal tersebut adalah sebuah skenario dari pihak-pihak yang menginginkan Indonesia hancur, tidak maju dan selalu begantung kepada pihak lain. Jadi waspadalah. Ini adalah beberapa parameter yang saya coba sampaikan, tanda-tanda kehancuran suatu bangsa,” tutupnya.

Sama seperti tahun sebelumnya, di PKKMB 2017 diisi oleh pengenalan secara umum tentang para pejabat kampus dan tugasnya masing-masing, kegiatan-kegiatan kampus beserta organisasi mahasiswa di dalamnya. (hms/frn)