Bekerjasama dengan Bank BTN, UPT Perkasa Unmul Adakan Pelatihan Literasi Properti


Guna mendukung program pemerintah dalam hal hal pengusaha baru dibidang properti yang akan membangun proyek perumahan yang berasal dari kalangan universitas atau perguruan tinggi, Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai bank yang fokus dalam pembiayaan perumahan terdorong untuk turut andil dalam menciptakan developer, pengusaha muda dibidang properti atau perumahan. Mendasari hal tersebut, Bank BTN bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (Perkasa) Universitas Mulawarman (Unmul) melaksanakan pelatihan literasi properti. Acara yang dihadiri para mahasiswa ini dilaksanakan di Ruang Serbaguna Lantai Empat Rektorat Unmul, Senin (18/09).

Ketua UPT Perkasa Unis W. Sagena, M.Si., Ph.D menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pihakBank  BTN khususnya Kantor Cabang Samarinda. Hari ini kita mengapreasiasi kehadiran langsung Ibu Yasmin Damayanti sebagai Branch Manager Kantor Cabang Samarinda Bank BTN di Kota Samarinda dan Ir. H. Arief Rahman Hasyim sebagai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estat Indonesia (REI) Kalimantan Timur (Kaltim) keduanya merupakan narasumber kita pada hari ini. “Terima kasih kepada seluruh mahasiswa Unmul semoga selalu semangat. Apalagi hari ini kita kedatangan dari Bank BTN yang selalu menjalin kerjasama dan memberikan dukungan yang besar terhadap Unmul. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kepada mahasiswa bisa bertahan karena apa yang akan disampaikan para narasumber dan pesan-pesan yang dibawa oleh Bank BTN dan DPD REI Kaltim pada hari ini akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa, “kata Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) ini.

Menurut Unis W. Sagena, Ph.D, satu yang perlu kita catat bahwa di dunia kerja pada saat mahasiswa nanti lulus, tidak hanya bergantung pada ijazah mahasiswa miliki sebesar apapun IPK yang kalian raih apabila tidak memiliki softkill yang lain maka dunia kerja akan mungkin enggan untuk memilih. Oleh karena itu, yang disampaikan disini adalah sebenarnya memberikan pemahaman tentang bagaimana menjadi seorang pengembang yang dalam hal ini Bank BTN mengurusi hal-hal yang seperti ini. “Kehadiran mahasiswa mengikuti pelatihan literasi ini, sangat berguna dan bermanfaat  untuk membuka wawasan tentang bagaimana dunia properti itu. Jangan lagi berpikir untuk mencari lapangan kerja tetapi kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, disitu membutuhkan kreativitas, “jelasnya.

Acara pelatihan literasi ini secara resmi dibuka oleh Rektor Unmul yang dalam kesempatan kali ini diwakili oleh Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Drs. Nurdin, M.AP. Dalam sambutannya Drs. Nurdin, M.AP mengatakan kehidupan di era global dengan segala tantangannya menciptakan urgensi bagi sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas diri, diantara berbagai kualitas tersebut kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional sudah kita ketahui pentingnya dua hal tersebut. “Untuk itu, bagi para mahasiswa yang ikut dalam pelatihan ini, pahami betul makna dan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari sehingga apa yang didapat dalam pelatihan ini menjadi bekal untuk kita meningkatkan diri kedepan. Terima kasih kepada Bank BTN yang bekerjasama dengan UPT Perkasa Unmul dalam melaksanakan pelatihan literasi ini, semoga bermanfaat bagi mahasiswa kami, “pintanya.

Sementara narasumber dari DPD REI Kaltim Ir. H. Arief Rahman Hasyim dalam paparannya mengatakan langkah yang perlu dilakukan untuk memulai berbisnis properti perumahan antara lain, mempunyai lahan yang siap dikembangkan, memiliki ilmu tentang teknis bangunan dan proses jual beli, mendapatkan investor untuk membiayai kegiatan properti, dan mendapatkan perijinan dan melakukan pemasaran. “Tantangan sektor properti di Kaltim antara lain, ekonomi yang melambat akibat globalisasi sehingga industri migas dan mineral mengalami penurunan bahkan tidak beroperasi sehingga daya beli masyarakat atau konsumen untuk rumah tinggal mengalami penurunan, ketersediaan lahan dengan lokasi yang baik dan murah sudah sulit didapat, ketersediaan infrastruktur minim dan tidak merata, termasuk jaringan listrik dan PDAM dan biaya perijinan dan sertifikat tanah yang mahal dan birokrasi yang panjang, “tuturnya.

Narasumber dari Bank BTN Yasmin Damayanti mengungkapan bahwa Bank BTN ditunjuk sebagai bank pelaksana utama program sejuta rumah untuk rakyat dengan itu Bank BTN fokus dengan tujuan pendiriannya yakni mendorong ketersediaan penyediaan perumahan di Indonesia. “Pengalaman panjang Bank BTN dalam mendukung pembiayaan perumahan rakyat menempatkannya sebagai market leader dalam industri pembiayaan perumahan nasional,” pungkasnya. (hms/zul)